Home / Berita / Tingkatkan Minat Baca Generasi Bojonegoro

Tingkatkan Minat Baca Generasi Bojonegoro

Bidang pendidikan menjadi garapan serius program CSR TWU. Pengelola kilang mini itu mendorong perkembangan perpustakaan sekolah untuk meningkatkan daya baca anak sekolah di Bojonegoro.

Beberapa siswa terlihat serius sedang membaca di meja perpustakaan SMPN 2 Bojonegoro. Beberapa lainnya sedang memilih buku bahan bacaan yang tersusun rapi di rak. Kondisi ruangan yang bersih dan udara dingin dari mesin pendingin di sudut ruangan membuat mereka merasa nyaman membaca.

Tiap hari perpustakaan sekolah yang terletak di Jalan Dokter Wahidin itu tak pernah sepi dari siswa. Karena buku-buku bacaan yang ada di sekolah ini cukup lengkap. Para siswa dapat mencari buku bacaan sesuai kebutuhan mereka.

Mudahnya siswa mencari bahan bacaan ini tak lepas dari peran PT Tri Wahana Universal (TWU). Sejak 2013 lalu, perusahaan kilang mini yang beroperasi di Dusun Sumengko, Kecamatan Kalitidu itu telah turut andil mengembangkan perpustakaan SMPN 2 Bojonegoro melalui program tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

Kondisi ini menjadikan minat baca para siswa semakin meningkat. Terlebih di sekolah ini telah dibudayakan literasi. Para diwajibkan membaca untuk meningkatkan ilmu pengetahuan mereka.

“Membaca di sekolah sini sudah menjadi budaya anak-anak. Ini tidak lepas dari dukungan TWU dalam mengembangkan perpustakaan ini,” kata Kepala Sekolah SMPN 2 Bojonegoro, Ali Fatikin kepada Suara Banyuuri pertengahan Oktober lalu.

Program di bidang pendidikan yang diberikan TWU dilaksanakan secara berkesinambungan. Selain memberikan bantuan buku bacaan, TWU juga memberikan pelatihan dan pendampingan tentang manajemen kepada pengelola perpustakaan. Tujuannya supaya pengelola perpustakaan bisa meningkatkan kemampuannya dalam mengelola sebuah perpustakaan.

Pelatihan itu tidak hanya diperuntukkan bagi pengelola perpustakaan SMPN 2 Bojonegoro. Melainkan kepada 100 pengelola perpustakaan sekolah mulai tingkat SD – SMA yang dilaksanakan di Aula SMPN 2 Bojonegoro selama tujuh hari pada September lalu. Dengan metode, tiga hari untuk pelatihan materi, tiga hari praktek di masing-masing sekolah, dan satu hari untuk presentasi kepada trainer.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Bojonegoro, Slamet Taufiq, dan Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur, Jauhari. Pembukaan pelatihan dihadiri Bupati Suyoto. Kang Yoto diundang  untuk memberikan motivasi kepada peserta pelatihan.

“Harapannya, pengelola perpustakaan tidak hanya sekadar duduk berjaga-jaga, tetapi juga bisa memegang management dengan baik dan berinovasi untuk meningkatkan minat baca anak-anak,” ujar Ali Fatikin.

“Selama ini semua sekolah pasti punya perpustakaan, tapi kami bersama PT TWU berfikir bagaimana tidak hanya sekedar membaca saja. Tetapi, ada kegiatan yang merangsang otak siswa melalui baca,” lanjut dia.

Ali Fatikin berharap, PT TWU terus mendukung program peningkatan minat baca terhadap siswa-siswi di Bojonegoro. Karena, selain meningkatkan ilmu membaca, siswa dapat mengembangkan kemampuannya dengan program pendidikan berbasis perpustakaan.

External Relation Manager PT TWU, Wendrayadi menyatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan tenaga pengelola perpustakaan sekolah. Karena dengan dikelolanya perpustakaan dengan tepat dan benar maka minat baca siswa juga akan semakin meningkat.

“Semoga dengan pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan perpustakaan dan sekolah yang ada di Bojonegoro Sehingga kedepannya generasi penerus di sini sudah terbiasa dengan budaya membaca,” sambung Wendrayadi dikonfirmasi terpisah.

TWU berkomitmen meningkatkan budaya membaca di bumi angling dharma –sebutan lain Bojonegoro. Selain mendukung pengembangan perpustakaan sekolah, juga perpustakaan desa (Perpusdes). Yakni dengan memberikan bantuan lebih dari 100 buku kepada Perpusdes Tunas Asa Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo.

Bantuan ratusan buku itu terdiri dari berbagai judul mulai dari psikologi, motivasi, entrepreneur, religi dan lain sebagainya.  Selain itu, TWU juga memberikan bantuan sarana penunjang belajar lainya. Bantuan tersebut untuk mendukung kemajuan Perpusdes Tunas Asa yang sebelumnya telah meraih prestasi sebagai perpustakaan desa terbaik se Jawa Timur, dan bulan ini akan mewakili  Jatim di ajang perlombaan perpustakaan terbaik nasional pada Agustus lalu.

“Kami harapkan dengan bantuan ini dapat membantu terciptanya minat baca yang tinggi bagi  masyarakat sekitar Margomulyo sehingga dapat meningkatkan wawasan mereka,” pungkas Wendrayadi.(rien)